Padang – FIFA merilis laporan lengkap terkait pelanggaran yang dilakukan Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM) dalam kasus tujuh pemain naturalisasi ilegal. FAM terbukti memalsukan dokumen kelahiran para pemain tersebut.
FIFA menjatuhkan hukuman berat kepada FAM dan tujuh pemain naturalisasi bodong pada Jumat (29/9/2025). Laporan lengkap mengenai duduk perkara pemalsuan dokumen oleh FAM kemudian dirilis pada Senin (6/10/2025).
Dalam laporan tersebut, FIFA menemukan bukti bahwa FAM telah memalsukan dokumen kelahiran tujuh pemain. FIFA memiliki akta kelahiran asli kakek/nenek para pemain, yang berbeda dengan dokumen yang diserahkan oleh FAM.
Investigasi FIFA bermula dari aduan yang diterima pada 11 Juni 2025. “Pada 11 Juni 2025, FIFA menerima aduan mengenai keabsahan pemain (Malaysia),” demikian laporan FIFA.
Aduan tersebut secara spesifik menyoroti alasan ketidakpercayaan bahwa beberapa pemain kelahiran asing telah sah mewakili timnas Malaysia. Aduan juga menyebutkan bahwa kedatangan para pemain tersebut di Malaysia dan kemunculan bersama klub lokal terjadi baru-baru ini.
Proses naturalisasi dan debut internasional para pemain tersebut dinilai terjadi dalam waktu yang mencurigakan, menimbulkan pertanyaan mengenai validitas proses naturalisasi.
Aduan tersebut datang ke FIFA satu hari setelah pertandingan timnas Malaysia melawan timnas Vietnam di Kualifikasi Piala Asia 2027 pada 10 Juni 2025. Malaysia memenangkan pertandingan tersebut dengan skor 4-0, dengan diperkuat para pemain naturalisasi baru.
Tujuh pemain yang dihukum FIFA bermain dalam laga tersebut, yaitu Gabriel Palmero, Facundo Garces, Rodrigo Holgado, Imanol Machuca, Joao Figueiredo, Jon Irazabal, dan Hector Hevel.
FIFA tidak mengungkap identitas pihak yang mengadukan FAM dan tujuh pemain naturalisasi tersebut.











