Payakumbuh – Pordasi (Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia) berencana membangun arena pacu kuda berstandar internasional di Sumatera Barat. Target ini muncul usai suksesnya Indonesia’s Horse Racing (IHR) Cup II 2025 di Gelanggang Kubu Gadang, Payakumbuh.

Ketua Umum Pordasi, Aryo Djojohadikusumo, mengungkapkan Sumatera Barat saat ini belum memiliki lintasan pacu kuda yang memenuhi standar internasional.

“Kami segera mengupayakan lapangan bertaraf internasional di Sumatera Barat,” kata Aryo saat konferensi pers.

Menurut Aryo, gelanggang di Sawahlunto paling mendekati spesifikasi yang dibutuhkan. Namun, arena berstandar internasional memerlukan lintasan minimal 1.400 meter dengan lebar start yang mampu menampung 16 kuda.

Fasilitas pendukung seperti transportasi dan penginapan juga menjadi perhatian utama.

Aryo menjelaskan, meski panjang lintasan di Sawahlunto memadai, lebarnya belum memenuhi syarat. Peningkatan sarana dan prasarana pendukung juga diperlukan.

Pordasi menindaklanjuti rencana pembangunan gelanggang baru di Padang, tepatnya di kawasan Lapangan Udara Tabiang.

“MOU dengan kementerian sudah pernah dilakukan. Saat ini kami berkoordinasi dengan TNI AU untuk pengadaan lahan di Tabiang, namun prosesnya tentu membutuhkan waktu,” ungkap Aryo.

Sementara itu, promotor pacu kuda profesional, SARGA.CO, mengapresiasi antusiasme masyarakat Sumatera Barat terhadap olahraga berkuda.

“Sekitar 40 ribu lebih warga datang meski dengan cuaca sedikit hujan,” ujar Co-Founder & CEO SARGA.CO, Aseanto Oudang.

SARGA menyatakan siap berkolaborasi dengan pemerintah daerah dan pihak manapun demi kemajuan olahraga berkuda di Sumatera Barat.

Aseanto menambahkan, olahraga pacu kuda telah menjadi tradisi turun temurun di Sumatera Barat.

“Kami diberitahu bahwa olahraga berkuda sudah ada sejak 1889 di Sumbar, kemudian di 1909 didirikan Gelanggang Kubu Gadang di Payakumbuh. Ini luar biasa,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *