Jakarta – Bek Manchester United (MU), Luke Shaw, mendukung penuh pendekatan tegas pelatih Ruben Amorim dalam upaya meningkatkan standar di ruang ganti tim. Shaw mengakui suasana di ruang ganti MU sempat “cukup toksik”.

Amorim, yang mulai menukangi MU sejak November lalu, langsung menerapkan disiplin ketat dan menuntut komitmen penuh dari seluruh pemain.

Bahkan, Amorim tak segan mengisolasi pemain kunci seperti Marcus Rashford dan Alejandro Garnacho.

“Selama beberapa tahun terakhir, suasana di sini seringkali sangat negatif,” ungkap Shaw dalam wawancara dengan BBC, Rabu (30/7/2025).

Shaw menambahkan, suasana yang tidak sehat sangat memengaruhi performa tim. Ia menekankan pentingnya suasana positif, penuh energi, dan kebahagiaan agar pemain bisa berekspresi dengan bebas.

Amorim dikenal sebagai pelatih yang menuntut mentalitas 100 persen dari para pemainnya. “Jika seseorang hanya melakukan 85-90 persen, itu tidak cukup,” tegas Shaw, mengutip perkataan Amorim.

Ketegasan Amorim berimbas pada dipinjamkannya Rashford ke Barcelona. Sementara itu, Garnacho dikabarkan diminati Chelsea dan Aston Villa.

“Manajer tidak peduli siapa pemainnya. Itulah yang seharusnya. Apa pun yang dia inginkan, sebagai pemain, kita harus memberikan yang terbaik, dan kami sepenuhnya mendukung itu,” imbuh Shaw.

MU sendiri finis di posisi ke-15 musim lalu dan kalah di final Liga Europa melawan Tottenham Hotspur. Mereka akan memulai musim baru dengan menjamu Arsenal pada 17 Agustus mendatang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *