Jakarta – Presenter dan figur publik Deddy Mahendra Desta mengalami insiden cedera mata saat bertanding dalam turnamen padel bergengsi FIP Jakarta, Jumat (10/7/2026). Bola padel yang melaju dengan kecepatan tinggi menghantam bagian mata Desta hingga memicu kepanikan di lapangan. Akibat peristiwa tersebut, Desta sempat mengalami gangguan penglihatan serius sebelum akhirnya mendapatkan penanganan medis intensif.
Desta menjelaskan kronologi kejadian melalui akun Instagram pribadinya. Ia menegaskan bahwa insiden tersebut murni akibat kesalahan posisi dirinya saat berada di lapangan. Menurut Desta, ia terlalu lama memperhatikan arah bola setelah rekan setimnya, Panji Setiawan, melakukan pukulan. Akibatnya, ia tidak sempat menghindar ketika bola dari lawan mengarah ke posisinya. Desta juga meminta publik untuk tidak menyalahkan rekannya, Panji, yang sempat merasa sangat terpukul dan syok setelah melihat insiden tersebut.
Sesaat setelah terkena hantaman bola, Desta mengaku penglihatannya berubah menjadi abu-abu dan tidak berfungsi sama sekali. Ia segera dilarikan menggunakan ambulans menuju rumah sakit terdekat. Karena kondisi penglihatan yang tidak kunjung membaik setelah dua jam, ia dirujuk ke rumah sakit spesialis mata untuk pemeriksaan lebih komprehensif.
Hasil pemeriksaan medis menunjukkan bahwa retina, kornea, serta saraf mata Desta dalam kondisi baik. Dokter mendiagnosis adanya trauma benturan yang memicu pendarahan pada lensa mata. Sebagai bagian dari penanganan, tim medis memasang bandage contact lens dan memberikan antibiotik tetes mata kepada mantan personel Club Eighties tersebut.
Memasuki masa pemulihan, penglihatan Desta berangsur membaik. Meskipun masih terdapat efek blur, dokter memastikan kondisi mata Desta akan kembali normal sepenuhnya setelah pendarahan pada lensa mata tersebut sembuh. Desta sendiri mengaku sempat merasa khawatir akan kehilangan penglihatannya secara permanen, namun ia merasa bersyukur karena perkembangan kondisinya menunjukkan tren positif.
Insiden ini menjadi pengingat akan risiko cedera yang melekat pada setiap cabang olahraga, termasuk padel yang sedang populer di Indonesia. Desta berharap pengalamannya dapat menjadi pembelajaran bagi para pemain lain agar lebih waspada terhadap pergerakan bola dan posisi tubuh di lapangan guna meminimalkan risiko cedera serupa di masa depan.
Desta selama ini dikenal sebagai figur publik yang sangat aktif dalam berbagai kegiatan olahraga. Selain rutin berlatih tenis, ia juga menjadi salah satu motor penggerak popularitas olahraga padel di tanah air dengan sering berpartisipasi dalam turnamen ekshibisi maupun kompetisi komunitas bersama atlet profesional maupun rekan selebritas lainnya. Kompetisi FIP Jakarta sendiri merupakan ajang resmi yang diselenggarakan di bawah naungan International Padel Federation (FIP), yang menuntut standar keamanan dan sportivitas tinggi dari setiap peserta yang bertanding di lapangan.

