Kiev – Oleksandr Usyk, petinju kelas berat asal Ukraina yang belum terkalahkan, secara resmi melepas seluruh sabuk juara dunia yang dimilikinya. Keputusan ini diungkapkan Usyk melalui video di akun Instagram pribadinya, di mana ia menyatakan ingin memberikan kesempatan bagi petinju lain untuk memperebutkan gelar tersebut. Meski melepaskan sabuk IBF, WBA, dan WBC, Usyk menegaskan bahwa dirinya belum berniat pensiun dari dunia tinju.

Dalam video tersebut, Usyk mengatakan, “Hari ini Jumat, cuacanya indah, dan ini hari yang baik untuk mengatakan bahwa saya ingin melepaskan semua sabuk yang saat ini saya pegang.” Ia menambahkan, “Saya ingin sabuk-sabuk itu tersedia agar para petarung yang selanjutnya berhak memperebutkannya. Teman-teman, saya melepaskan sabuk-sabuk itu, tetapi saya tidak meninggalkan olahraga ini, karena saya masih memiliki kesempatan terakhir.”

Keputusan ini berarti Usyk tidak akan lagi menyandang status juara dunia saat bertanding berikutnya. Hal ini memunculkan spekulasi bahwa petinju Ukraina tersebut tengah mempersiapkan pertarungan terakhir dalam karier profesionalnya, yang disebut “The Last Dance.” Namun, hingga kini belum ada kepastian mengenai lawan yang akan dihadapinya, dengan beberapa nama seperti Derek Chisora dan mantan juara dunia Deontay Wilder mulai dikaitkan.

Langkah Usyk melepaskan gelar datang menjelang tenggat waktu 30 Juni yang ditetapkan oleh WBC untuk menjadwalkan duel penyatuan gelar melawan juara interim, Agit Kabayel. Presiden WBC, Mauricio Sulaiman, mengaku terkejut dan kecewa mengetahui keputusan tersebut melalui video di media sosial. “Sungguh mengecewakan bagi saya mengetahui dari sebuah video di media sosial bahwa juara kelas berat kita melepaskan gelar WBC-nya,” ujarnya.

Sulaiman juga menyampaikan harapannya agar Usyk sukses dalam hidupnya, baik di dalam maupun di luar ring. Sementara itu, Direktur Olahraga tim Usyk, Sergey Lapin, menjelaskan bahwa sang petinju akan tetap mempertahankan sabuk Ring Magazine. Lapin menambahkan bahwa keputusan melepas gelar resmi tersebut diambil agar Anthony Joshua memiliki kesempatan kembali memperebutkan sabuk juara dunia yang pernah dimilikinya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *