Budapest – Paris Saint-Germain (PSG) resmi mempertahankan gelar juara Liga Champions musim 2025/2026 setelah menaklukkan Arsenal melalui drama adu penalti 4-3. Pertandingan final yang berlangsung di Puskas Arena, Budapest, Hungaria, pada Ahad (31/5/2026) dini hari WIB tersebut berakhir imbang 1-1 hingga babak perpanjangan waktu selesai, memaksa kedua tim menentukan pemenang melalui titik putih.

Pelatih PSG, Luis Enrique, menyatakan bahwa pencapaian musim ini jauh lebih menantang dibandingkan keberhasilan timnya meraih trofi serupa setahun lalu. Menurut Enrique, tekanan sebagai juara bertahan dan kualitas permainan Arsenal yang sangat kompetitif sepanjang laga membuat kemenangan kali ini terasa jauh lebih istimewa sekaligus berat untuk diraih.

Dalam babak adu penalti, skuad asuhan Luis Enrique menunjukkan ketenangan mental yang lebih baik. Dari lima penendang yang disiapkan, hanya Nuno Mendes yang gagal menjalankan tugasnya. Di sisi lain, Arsenal harus mengakui keunggulan PSG setelah dua eksekutor mereka, Eberechi Eze dan Gabriel Magalhaes, gagal menaklukkan penjaga gawang PSG.

Keberhasilan ini membawa PSG mencatatkan sejarah baru dalam peta kekuatan sepak bola Eropa. Les Parisiens tercatat sebagai tim kedua di era modern yang mampu mempertahankan gelar Liga Champions secara beruntun setelah Real Madrid, yang sebelumnya mencatatkan rekor serupa dengan menjuarai kompetisi ini tiga musim berturut-turut pada periode 2016 hingga 2018.

Selain itu, PSG kini mengukuhkan diri sebagai klub asal Prancis pertama yang berhasil menjuarai Piala Eropa atau Liga Champions dalam dua musim berturut-turut. Prestasi ini semakin mempertegas dominasi klub ibu kota Prancis tersebut sebagai kekuatan utama di kancah sepak bola benua biru, sekaligus membuktikan efektivitas filosofi permainan yang diterapkan Enrique sejak ia menangani tim.

Kesuksesan PSG musim ini tidak terlepas dari tangan dingin Luis Enrique dalam membangun tim yang solid. Pasca berakhirnya era para pemain superstar, pelatih asal Spanyol tersebut mampu meramu taktik yang membuat kolektivitas tim menjadi kunci utama keberhasilan di tengah tekanan besar sebagai juara bertahan.

Gelar juara ini sekaligus memperkokoh reputasi Enrique di jajaran pelatih papan atas dunia. Dengan raihan trofi Liga Champions kali ini, Enrique kini mengoleksi total tiga gelar juara sepanjang karier kepelatihannya. Capaian tersebut menempatkan namanya sejajar dengan deretan pelatih legendaris dunia seperti Bob Paisley, Pep Guardiola, Carlo Ancelotti, dan Zinedine Zidane yang juga berhasil mengangkat trofi Si Kuping Besar sebanyak tiga kali.

Kemenangan ini menjadi penutup manis bagi kampanye PSG musim 2025/2026, sekaligus memastikan posisi mereka dalam buku sejarah sepak bola sebagai salah satu klub tersukses di Eropa yang mampu menjaga konsistensi performa di kompetisi antarklub paling bergengsi tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *