Washington DC – Kekalahan Ilia Topuria dari Justin Gaethje di UFC White House membuat pelatih Islam Makhachev, Javier Mendez, menganggap Topuria tidak lagi menjadi ancaman utama bagi anak asuhnya. Hal ini sekaligus menimbulkan keraguan atas rencana duel super antara Makhachev dan Topuria yang sebelumnya ramai diperbincangkan.
Topuria, yang sempat berencana naik ke kelas welter untuk menantang Makhachev setelah menyelesaikan urusannya di kelas ringan, justru menelan kekalahan pertama dalam karier MMA profesionalnya. Pada laga utama UFC White House minggu lalu, Topuria dihajar habis-habisan oleh Gaethje, sehingga masa depan petarung berjuluk El Matador itu di UFC kini dipertanyakan.
Javier Mendez menyatakan bahwa kekalahan Topuria tidak membuatnya kecewa. Ia bahkan mengalihkan fokus ke calon lawan lain yang dianggap lebih besar dan menarik bagi Makhachev. “Saya sama sekali tidak kecewa. Kita tidak membutuhkan Topuria agar Islam bisa melesat ke level yang lebih tinggi,” ujar Mendez dalam wawancara di Youtube Submission Radio.
Mendez menilai Conor McGregor sebagai lawan yang lebih potensial untuk Makhachev. Jika McGregor menang dalam pertarungan yang dijadwalkan pada 11 Juli mendatang, Mendez menyatakan kesiapan timnya untuk menghadapi tantangan tersebut. “Jika dia menang, menurut saya, itu akan menjadi pertarungan yang lebih besar daripada melawan Topuria,” tambahnya.
Sebelumnya, Topuria sempat melontarkan kritik keras kepada Makhachev dengan menyebut petarung asal Dagestan itu sebagai “pengecut” karena meninggalkan divisi kelas ringan saat dirinya naik dari kelas bulu. Topuria juga membuka peluang untuk menjadi juara UFC di tiga divisi berbeda dengan mengikuti jejak Makhachev.
Namun, setelah kekalahan menyakitkan dari Gaethje, gaung duel antara Topuria dan Makhachev mulai mereda. Mendez menegaskan bahwa kekalahan Topuria tidak mengubah rencana besar Makhachev untuk melangkah ke level yang lebih tinggi dengan lawan yang lebih menantang.










