Washington D.C. – Menjelang duel perebutan gelar juara kelas ringan UFC pada 14 Juni mendatang, Justin Gaethje mengingatkan bahwa Ilia Topuria sedang menapaki jalur yang pernah dilalui Conor McGregor, yang berpotensi berujung pada kejatuhan. Gaethje menilai Topuria membangun citra sebagai petarung tak terkalahkan, namun hal itu bisa menjadi bumerang.
Sejak debutnya di UFC, Topuria memang kerap dibandingkan dengan McGregor, bukan hanya karena prestasi di oktagon, tetapi juga karena kepercayaan diri dan kepribadiannya yang mencuri perhatian publik. Gaethje melihat pola serupa dalam cara Topuria menghadapi lawan-lawannya. “Beginilah cara dia menghadapi banyak pertarungannya,” ujar Gaethje.
Ayah Gaethje sebelumnya memprediksi putranya mampu mengalahkan Topuria, dengan alasan Gaethje sudah berpengalaman menghadapi lawan yang memiliki postur lebih kecil. Menanggapi hal itu, Topuria menegaskan bahwa Gaethje akan belajar arti kerendahan hati saat mereka bertemu di oktagon.
Topuria sempat membuat heboh dunia MMA dengan aksi simbolis meletakkan mawar putih di mural bergambar Gaethje sebagai bagian dari promosi pertarungan mereka. Gaethje menilai tindakan tersebut sebagai bagian dari citra sempurna yang dibangun Topuria, namun ia siap memberikan pelajaran berharga. “Saya pernah berada di posisi itu dengan rekor 17-0 saat masuk UFC, dan dia bahkan lebih berprestasi dengan rekor yang sama. Anak ini memang istimewa, tapi olahraga ini sangat keras,” kata Gaethje.
Gaethje sendiri bukan sosok asing dengan tekanan besar di dunia MMA. Dalam beberapa tahun terakhir, petarung yang dijuluki “The Highlight” ini juga kerap membahas kemungkinan pensiun dari UFC, menandakan betapa beratnya beban yang ia rasakan di puncak kariernya. Duel antara Gaethje dan Topuria pun menjadi momen penting untuk melihat siapa yang mampu bertahan dan membuktikan diri sebagai juara sejati.










