Jakarta – Pemerintah tetap berkomitmen mempersiapkan kontingen Indonesia untuk Asian Games 2026 meskipun anggaran pelatnas mengalami penurunan signifikan. Menteri Pemuda dan Olahraga, Erick Thohir, mengungkapkan dalam rapat kerja bersama Komisi X DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Selasa (2/6/2026), bahwa dana pelatnas turun drastis dari Rp389,8 miliar pada Asian Games 2022 menjadi Rp81 miliar untuk persiapan kali ini.

Erick menegaskan, meski anggaran berkurang, alokasi dana untuk keberangkatan atlet tetap menjadi prioritas utama agar mereka dapat tampil maksimal di ajang olahraga terbesar di Asia tersebut. Ia juga menyampaikan target medali Indonesia pada Asian Games 2026 ditetapkan sebanyak empat medali emas, lebih rendah dibandingkan tujuh medali emas pada edisi sebelumnya.

Penurunan target medali ini disebabkan oleh penghapusan tiga nomor pertandingan yang sebelumnya menjadi andalan Indonesia, yaitu 10 meter running target dan 10 meter running target mixed dari cabang menembak, serta traditional boat race. “Dengan kondisi saat ini dan pengurangan nomor pertandingan, target kita adalah empat medali emas,” ujar Erick.

Untuk mewujudkan target tersebut, Kemenpora telah melakukan koordinasi intensif dengan berbagai pihak, termasuk cabang olahraga, Komite Olahraga Nasional Indonesia, dan Komite Olimpiade Indonesia. Erick berharap dukungan pendanaan dan pembinaan atlet dari berbagai pihak dapat meningkat guna menunjang kebutuhan atlet dan pelatih yang berjuang mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional.

Selain itu, Erick memberikan apresiasi kepada tokoh-tokoh yang aktif mendukung pembinaan olahraga nasional, seperti Rosan Roeslani dari Persatuan Angkat Besi Seluruh Indonesia dan Yenny Wahid dari Federasi Panjat Tebing Indonesia. Ia berharap semakin banyak pemangku kepentingan yang terlibat dalam pengembangan olahraga nasional agar prestasi Indonesia di ajang internasional terus meningkat dan berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *