Jakarta – Gregoria Mariska Tunjung mengakhiri kiprahnya di Pelatnas PBSI setelah 12 tahun berkarier di bawah naungan Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI). Keputusan mundur ini diambil setelah Gregoria melakukan pembicaraan dengan Kabid Binpres PBSI, Eng Hian, dan pelatih kepala tunggal putri utama, Imam Tohari.

Dalam surat pengunduran diri yang disampaikan, Gregoria mengungkapkan rasa terima kasih kepada seluruh pengurus dan pelatih PBSI atas dukungan yang diberikan selama perjalanan kariernya. Ia menegaskan bahwa keputusan ini bukanlah hal yang mudah dan sudah dipertimbangkan secara matang.

Alasan utama Gregoria memilih mundur adalah kondisi kesehatannya yang belum pulih sepenuhnya dari vertigo yang dialaminya beberapa waktu terakhir. PBSI menyatakan bahwa atlet berusia 26 tahun ini masih dalam proses pemulihan dan belum yakin dapat kembali bersaing di level kompetitif.

Selama membela Indonesia di sektor tunggal putri, Gregoria dikenal sebagai sosok yang menjadi tulang punggung tim dengan semangat juang dan dedikasi tinggi. Kontribusinya di berbagai turnamen internasional menjadi inspirasi bagi atlet muda Indonesia.

Eng Hian memberikan penghargaan atas jasa Gregoria dan menghormati keputusan yang diambilnya. Ia berharap Gregoria segera pulih dan meraih kesuksesan dalam perjalanan hidup serta kariernya ke depan. PBSI juga menyampaikan harapan agar Gregoria tetap dapat meraih prestasi meskipun tidak lagi berada di Pelatnas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *