Bandung – Konflik internal dalam dunia karate nasional memuncak menjelang Kejurnas Karate Piala Ketua Umum PB FORKI IV 2026 di Bandung. PB Lemkari, di bawah kepemimpinan Sahbirin Noor, melayangkan somasi kepada PB FORKI pada Senin, 11 Mei 2026, terkait kendala administratif yang menghalangi partisipasi atlet mereka dalam kejuaraan.
Sebanyak 38 atlet binaan PB Lemkari gagal tampil karena proses pendaftaran terhambat akibat akses password anggota PB FORKI yang diberikan kepada pihak lain yang mengatasnamakan Lemkari. Akibatnya, atlet yang sudah berlatih keras tidak dapat mengikuti pertandingan.
Sehari sebelum kompetisi, manajer tim, pelatih, ofisial, dan atlet PB Lemkari mendatangi tim keabsahan kejuaraan untuk meminta penjelasan. Mereka menilai tim tersebut dikendalikan oleh pihak yang mengatasnamakan Lemkari, termasuk Ketua Bidang Pertandingan, sehingga terjadi pemblokiran terhadap PB Lemkari yang sah.
PB Lemkari juga mengungkapkan bahwa pihak yang mengatasnamakan mereka mengeluarkan Surat Keputusan (SK) berisi nama-nama atlet, pelatih, ofisial, dan manajer yang direkomendasikan dan ditandatangani sendiri. Kondisi ini memicu PB Lemkari mengirim surat keberatan dan somasi kepada PB FORKI serta melaporkan dugaan penyalahgunaan nama organisasi ke Polda Jawa Barat.
Dalam pernyataannya, PB Lemkari menegaskan agar atlet tidak menjadi korban dalam konflik ini. Mereka menekankan bahwa olahraga harus menjadi ruang pembinaan, persatuan, dan prestasi, bukan arena perebutan kekuasaan. “Jangan korbankan masa depan atlet demi kepentingan politik organisasi. Karate adalah milik bangsa, bukan milik segelintir elite,” tegas PB Lemkari.
PB Lemkari juga menegaskan legalitas organisasi mereka sesuai aturan yang berlaku di bawah kepemimpinan Sahbirin Noor. Mereka menilai keputusan PB FORKI berpotensi menimbulkan kebingungan di kalangan atlet, pelatih, dan pengurus daerah serta memicu perpecahan di lingkungan karate nasional.
Selain itu, PB Lemkari mengingatkan pentingnya menjaga integritas organisasi dan menaati AD/ART dalam tata kelola olahraga nasional demi masa depan karate Indonesia yang lebih baik.











