Jakarta – CEO McLaren, Zak Brown, menyatakan kemungkinan mendatangkan juara dunia Formula 1, Max Verstappen, ke timnya. Pernyataan ini muncul di tengah persaingan sengit yang tidak hanya terjadi di lintasan balap, tetapi juga dalam negosiasi kontrak antar tim.
Peluang ini semakin terbuka setelah McLaren merekrut Gianpiero Lambiase, mantan Kepala Balapan Red Bull yang kini menjabat sebagai Chief Racing Officer McLaren. Lambiase dikenal sebagai sosok kunci di balik keberhasilan Verstappen meraih empat gelar juara dunia secara berturut-turut. Kedekatan emosional antara Verstappen dan Lambiase dianggap dapat menjadi faktor penentu jika pembalap asal Belanda itu memutuskan meninggalkan Red Bull sebelum kontraknya berakhir pada 2028.
Zak Brown mengungkapkan kekagumannya terhadap performa Verstappen. Ia mengatakan, “Dia selalu menjadi unggulan teratas setiap musim.” Kehadiran Lambiase di McLaren diyakini dapat menjadi “pintu masuk” bagi Verstappen untuk bergabung dengan tim yang dikenal dengan julukan “Papaya” tersebut.
Situasi ini menjadi semakin menarik karena performa Red Bull mulai mendapat tekanan dari para pesaing, termasuk McLaren yang menunjukkan peningkatan kompetitif. Meski demikian, Brown menegaskan bahwa ia puas dengan duet pembalapnya saat ini, Lando Norris dan Oscar Piastri. Brown menyatakan, “Saat ini saya senang dengan apa yang saya peroleh. Saya tidak pernah tidak senang dengan apa yang saya punya.”
Brown menilai Norris dan Piastri sebagai talenta muda yang masih akan berkembang pesat. Walaupun ia menyatakan tidak sedang aktif mencari pembalap baru, Brown mengakui bahwa dalam dunia Formula 1 yang dinamis, segala kemungkinan tetap terbuka. Jika hubungan di Red Bull terus memburuk, bukan tidak mungkin kolaborasi Verstappen dan Lambiase akan terjalin kembali, namun kali ini di bawah bendera McLaren.










