Horsens – Tim Thomas Indonesia harus mengakhiri perjuangannya lebih awal di Piala Thomas 2026 setelah kalah telak 1-4 dari Prancis pada pertandingan terakhir Grup D. Hasil ini membuat Indonesia hanya menempati posisi ketiga di grup, kalah koefisien set dari Thailand dan Prancis, sehingga gagal melaju ke babak gugur.
Kapten tim, Fajar Alfian, menyampaikan permohonan maaf kepada para penggemar bulutangkis Indonesia. Ia mengakui bahwa tim sudah berusaha maksimal, namun Prancis tampil sangat baik. “Kami sudah berusaha memberikan yang terbaik, tetapi tim Prancis juga tampil sangat baik,” ujarnya dalam keterangan resmi PBSI.
Kegagalan ini menjadi catatan terburuk dalam sejarah tim Thomas Indonesia, yang untuk pertama kalinya gagal lolos ke babak gugur sejak turnamen ini digelar. Sebelumnya, pencapaian terburuk terjadi pada 2012 saat tim terhenti di perempat final.
Fajar, yang kini berusia 31 tahun, mengakui performa tim belum optimal dan menyebut kegagalan ini sebagai pelajaran berharga. Ia menegaskan bahwa tim bertekad untuk bangkit dan kembali lebih kuat di masa depan. “Kami bertekad akan kembali lebih kuat,” katanya.
Menanggapi hasil ini, PP PBSI berjanji melakukan evaluasi menyeluruh. Ketua Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI, Eng Hian, menekankan perlunya memperbaiki konsistensi performa, kesiapan fisik, dan mental bertanding para atlet. Selain itu, PBSI juga menyoroti pentingnya strategi menghadapi tim dengan komposisi pemain yang fleksibel seperti Prancis.
Kegagalan ini menjadi momentum refleksi bagi bulutangkis Indonesia untuk memperbaiki performa dan bangkit di kompetisi mendatang.










