Yogyakarta – Jakarta LavAni membuka babak Grand Final Proliga 2026 putra dengan kemenangan krusial atas juara bertahan, Jakarta Bhayangkara Presisi. Pertandingan yang digelar di GOR Amongrogo, Jumat malam (24/4), berakhir dengan skor 3-1 untuk LavAni, sehingga mereka memimpin dalam format best of three.
Sejak set pertama, laga berlangsung sengit. Bhayangkara Presisi tampil agresif dan sempat memimpin di awal, namun LavAni mampu mengendalikan permainan berkat serangan tajam dari Georg Grozer dan Taylor Sander serta pertahanan blok yang kokoh. Set pertama ditutup dengan keunggulan LavAni 25-22.
Set kedua berjalan sangat ketat, dengan kedua tim saling kejar poin hingga akhir. Bhayangkara Presisi memanfaatkan beberapa kesalahan lawan dan tekanan yang dibangun untuk menutup set ini dengan kemenangan tipis 25-23, menyamakan kedudukan menjadi 1-1. Namun, setelah itu, LavAni mulai mengambil alih kendali pertandingan.
Pada set ketiga, LavAni menunjukkan permainan yang lebih terstruktur dan efektif. Mereka unggul sejak pertengahan set dan terus menjaga jarak poin hingga menutup set dengan skor 25-16. Bhayangkara Presisi mulai kesulitan keluar dari tekanan lawan.
Set keempat menjadi penentu kemenangan LavAni. Mereka langsung tancap gas sejak awal dan tidak memberi kesempatan Bhayangkara untuk berkembang. Serangan konsisten dari LavAni membuat mereka mempertahankan keunggulan hingga akhir set, yang berakhir dengan skor 25-18.
Kemenangan 3-1 ini memberikan modal berharga bagi LavAni dalam perebutan gelar juara Proliga 2026. Tim ini kini hanya membutuhkan satu kemenangan lagi untuk mengunci gelar sekaligus mengakhiri dominasi Bhayangkara Presisi selama dua musim terakhir.
Pertemuan kedua antara kedua tim dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 25 April 2026. Jika LavAni kembali menang, mereka akan langsung mengangkat trofi juara. Namun, jika Bhayangkara Presisi mampu membalas, maka laga penentuan akan digelar pada pertandingan ketiga.











