Mulheim – Ganda putri Indonesia, Amallia Cahaya Pratiwi dan Siti Fadia Silva Ramadhanti, sukses mengawali langkah di German Open 2026 dengan kemenangan. Mereka menundukkan pasangan Denmark, Kathrine Vang dan Mette Werge, melalui dua gim langsung dengan skor 21-8 dan 21-14 pada babak 32 besar.

Pertandingan yang berlangsung di Westenergie Sporthalle, Mulheim an der Ruhr, Jerman, ini menunjukkan dominasi pasangan Indonesia sejak awal. Amallia/Siti langsung mengambil inisiatif dengan meraih enam poin beruntun di gim pertama, menutup interval dengan keunggulan 11-4.

Tekanan yang konsisten dari Amallia/Siti membuat pasangan Denmark kesulitan mengembangkan permainan. Pasangan Merah Putih sempat unggul jauh 16-6 sebelum akhirnya memenangkan gim pertama dengan skor telak 21-8 dalam waktu 13 menit.

“Alhamdulillah pada pertandingan hari ini kami bisa meraih kemenangan dengan baik. Di gim pertama, kami sudah menerapkan pola permainan seperti yang biasa kami mainkan dan itu berjalan cukup lancar sehingga bisa menang dengan cukup meyakinkan,” ujar Amallia.

Memasuki gim kedua, pertandingan berjalan lebih ketat. Pasangan Denmark meningkatkan tempo dan sempat memimpin 11-9 saat interval. Reli-reli panjang membuat Amallia/Siti sempat terbawa ritme lawan hingga skor imbang berulang kali.

Namun, Amallia/Siti berhasil menemukan kembali pola permainan mereka. Mereka meraih enam poin beruntun saat kedudukan 14-14, membuka keunggulan yang berujung pada kemenangan 21-14. Kemenangan ini memastikan langkah mereka ke babak 16 besar.

Amallia mengakui perubahan gaya permainan lawan sempat menyulitkan mereka. “Pasangan Denmark mulai mencoba bermain lebih panjang dan mengubah ritme permainan. Kami sempat terbawa pola tersebut dan tertinggal poin. Namun, kami mencoba tetap mengikuti tempo lebih dulu, lalu ketika ada celah untuk mengubah pola, kami langsung melakukan penyesuaian dan kembali ke permainan yang kami inginkan,” jelasnya.

Siti Fadia menambahkan, kondisi arena pertandingan juga menjadi tantangan. Ia menyebut arah angin di lapangan berbeda dibandingkan saat latihan, yang memengaruhi laju shuttlecock. “Tapi kami segera berkomunikasi lagi di lapangan, dan juga sempat berdiskusi dengan coach Titin (Nitya Krishinda Maheswari) untuk menenangkan diri dan menyesuaikan permainan supaya lebih nyaman,” kata Fadia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *