Jakarta – Pelatih Arsenal, Mikel Arteta, mengonfirmasi akan melakukan rotasi pemain saat timnya menjamu Wigan Athletic dalam putaran keempat Piala FA pada Minggu (15/2/2026). Keputusan ini diambil menyusul hasil imbang 1-1 melawan Brentford di Liga Primer Inggris, Jumat (13/2/2026) dini hari WIB, yang membuat Arsenal gagal memperlebar jarak poin dengan Manchester City di puncak klasemen.

Arteta melihat pergantian kompetisi sebagai momentum yang tepat untuk melakukan penyesuaian tim. Bermain di kandang sendiri juga diharapkan dapat memberikan suntikan energi baru, terlebih Arsenal masih berkompetisi di beberapa ajang sekaligus musim ini.

“Ya, itu yang kami lakukan. Kami ingin semua pemain merasa menjadi bagian penting tim di setiap kompetisi. Hari Minggu juga akan seperti itu,” ujar Arteta kepada wartawan.

Jadwal padat memaksa tim untuk mengatur energi pemain secara cermat. Pertandingan yang digelar setiap tiga hari sekali menjadi tantangan tersendiri, sehingga rotasi pemain bukan sekadar pilihan, melainkan sebuah kebutuhan. Selain menjaga kebugaran, rotasi juga memberikan kesempatan bagi pemain pelapis untuk menunjukkan kemampuannya.

Arsenal memiliki sejarah panjang di Piala FA dengan koleksi 14 trofi, terbanyak dalam sejarah kompetisi tersebut. Namun, dalam lima musim terakhir, tim ini selalu tersingkir lebih cepat dari ekspektasi. Arteta menyadari timnya harus tampil maksimal untuk menghindari kejutan serupa.

“Kami harus luar biasa pada hari itu. Di kompetisi seperti ini, kalau tidak tampil maksimal, ya pulang,” tegasnya.

Arteta juga menjelaskan keputusannya menarik keluar Eberechi Eze lebih awal saat melawan Brentford murni karena taktik, bukan performa buruk. Ia mengakui proses adaptasi pemain baru membutuhkan waktu, terutama saat menghadapi tim dengan gaya bermain keras yang sering memutus tempo permainan.

Dengan rotasi yang dijanjikan dan dukungan penuh dari publik Emirates, Arsenal bertekad untuk bangkit. Laga melawan Wigan bukan sekadar formalitas, melainkan momentum krusial untuk mengembalikan ritme permainan tim setelah sedikit kehilangan momentum di liga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *