Jakarta Selatan – Pengurus Besar Tinju Indonesia (PERBATI) memulai era baru kebangkitan olahraga tinju nasional dengan menggelar Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Tinju perdana. Acara ini dibuka langsung oleh Ketua Umum PERBATI, Ray Zulham Farras Nugraha, di Pusat Pelatihan Olahraga Pelajar (PPOP) Ragunan, Jakarta Selatan, pada Kamis (12/2/2026).
Kejurnas yang berlangsung hingga 14 Februari 2026 ini diikuti oleh 120 petinju dari 26 daerah di seluruh Indonesia. Ajang ini mendapat dukungan penuh dari Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) dan menjadi gerbang penting menuju pemusatan latihan nasional (pelatnas) serta panggung internasional.
Ketua Umum PERBATI, Ray Zulham Farras Nugraha, menekankan pentingnya integritas dalam penilaian demi melahirkan juara berkualitas. “Saya ingin wasit dan juri memberikan penilaian secara fair. Kita harus menghasilkan petinju terbaik dan berkualitas demi peningkatan prestasi tinju Indonesia,” tegas Ray.
Ia menambahkan bahwa kejurnas ini menjadi fondasi untuk mengembalikan kejayaan tinju amatir Indonesia dengan target jangka panjang bersaing di Olimpiade dan kejuaraan dunia. Tanpa penilaian yang berintegritas, sulit menghasilkan atlet yang siap bertarung di level internasional.
Senada dengan Ray, Muhamad Arisa Putra Pohan, wasit/juri Olimpiade, menegaskan bahwa fair play adalah prinsip utama PERBATI sejak awal berdiri. “Wasit dan juri wajib mengedepankan penilaian objektif. Hanya dengan cara itu kita bisa melahirkan petinju terbaik yang mampu membawa nama Indonesia di ajang internasional,” ujar Boy.
Kejurnas ini berfungsi sebagai ajang seleksi ketat untuk membentuk tim nasional masa depan. Petinju terbaik, khususnya di kelompok usia U-19 dan U-23, akan dipersiapkan untuk Asian Boxing Championships U-19 & U-23 yang dijadwalkan di Jakarta pada Juli 2026.
PERBATI juga akan membentuk dua lapis pelatnas untuk menciptakan persaingan sehat antarpetinju. “Kami akan membentuk dua lapis pelatnas supaya ada kompetisi internal yang kuat. Mereka juga akan menjalani training camp di luar negeri untuk menghadapi kalender Asian Boxing, World Boxing, hingga kualifikasi Olimpiade Los Angeles 2028,” jelas Ray.
Sekretaris Jenderal PERBATI, Hengky Silatang, menegaskan tidak ada perlakuan istimewa bagi atlet, termasuk yang tampil di SEA Games 2025 Thailand.











