Thailand – Kontingen Indonesia berhasil melampaui target 82 medali emas pada hari keempat penyelenggaraan ASEAN Para Games 2025. Prestasi ini diraih berkat konsistensi dan semangat juang tinggi para atlet Merah Putih sejak awal kompetisi.

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir mengapresiasi pencapaian atlet para Indonesia yang memenuhi target emas yang telah dicanangkan. Ia menilai keberhasilan ini merupakan bukti kerja keras seluruh atlet, pelatih, dan tim pendukung.

“Alhamdulillah, hari ini kita sudah mencapai 82 emas. Artinya, perjuangan keras para atlet kita berhasil mencapai target perolehan emas di ASEAN Para Games 2025 Thailand,” ujar Erick dalam keterangannya, Sabtu (24/1/2026).

Hingga hari keempat, Indonesia masih kokoh di peringkat kedua klasemen sementara perolehan medali. Menpora Erick Thohir menekankan bahwa konsistensi performa atlet sejak awal kompetisi menjadi kunci utama keberhasilan ini.

“Saya betul-betul bangga terhadap kontingen Merah Putih yang tidak pernah mengendurkan semangat dan upayanya sejak hari pertama pertandingan,” tegas Erick.

Sebelumnya, Indonesia telah mengumpulkan 69 medali emas. Pada hari keempat, kontingen Merah Putih berhasil menambah 13 medali emas, sehingga total emas yang diraih mencapai target 82 keping.

Tambahan medali emas tersebut berasal dari berbagai cabang olahraga, termasuk renang (enam emas), angkat berat (tiga emas), panahan (dua emas), dan bulutangkis (dua emas). Kontribusi dari berbagai cabang ini menunjukkan kekuatan Indonesia yang merata.

Menpora Erick Thohir menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat, termasuk NPC Indonesia, Chef de Mission (CdM), tim pendukung, serta doa masyarakat Indonesia.

“Capaian ini tentu tidak lepas dari dukungan NPC, CdM, seluruh tim, serta doa dari masyarakat Indonesia,” katanya.

Meskipun target emas telah tercapai, Erick berharap para atlet tetap tampil maksimal hingga akhir kompetisi. Ia menekankan pentingnya menjaga semangat juang dan mental bertanding di sisa laga.

“Kita masih bertanding besok. Saya berharap para atlet tetap tampil total. Kita tunjukkan bahwa Indonesia adalah bangsa pejuang dan pemenang,” ujar Erick.

Dengan pencapaian ini, Indonesia semakin memperkuat posisinya sebagai salah satu kekuatan utama olahraga disabilitas di kawasan Asia Tenggara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *